Miliki Dimensi Tertipis

Lagi-lagi Samsung meluncurkan produk terbarunya yakni Galaxy A7. Rumor yang beredar bahwa Galaxy A7 merupakan smartphone tertipis besutan Samsung. Samsung Galaxy A7 memiliki dimensi sebesar 151 x 76.2 x 6.3 mm, dengan berat 141 gram. Layarnya sebesar 5.5 inch Full HD Super AMOLED Capacitive Multitouch beresolusi 1920 x 1080 dengan kerapatan 401 ppi. Prosesor Samsung Galaxy A7 menggunakan prosesor octacore ARM Cortex-A53 64bit berkecepatan 1.5 GHz, chipset Qualcomm Snapdragon 615, OS Android v.4.4.4 KitKat, GPU Adreno 405, RAM 2 GB, kapasitas memori internal 16 GB, dan kapasitas memori eksternal hingga 64 GB. Di segi kamera, Samsung Galaxy A7 memiliki dua kamera.

Miliki Dimensi Tertipis

Kamera utama beresolusi 13 MP 4128 x 3096 pixels, dilengkapi dengan AF dan LED flash. Kamera depan beresolusi 5 MP, cukup untuk mengabadikan momen selfie dan video chat. Untuk merekam video, resolusinya sebesar 1080@30fps. Fitur yang terdapat pada kamera Samsung Galaxy A7 yaitu geo-tagging, touch focus, face detection, panorama dan HDR. Konektivitas yang terdapat pada Samsung Galaxy A7 yakni 2G, 3G, EDGE, 3.5G, HSDPA, 4G LTE, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n dualband, Hotspot, NFC, Bluetooth v4.0, A2DP, EDR, LE, A-GPS, GLONASS, Radio, micro-USB v2.0, dan dual-SIM card. Samsung Galaxy A7 memiliki banyak varian warna, yakni Pearl White, Midnight Black, Platinum Silver, Soft Pink, Light Blue, dan Champagne Gold. Kapasitas baterai dari Samsung Galaxy A7 sebesar Li-Ion 2.600 mAh. Kisaran harga dari smartphone ini sekitar 5-6 juta.

Minus Koneksi Jaringan

Perusahaan elektronik terbaik pembuat kamera instan, Polaroid, meluncurkan produk barunya yakni tablet Polaroid L10. Produk ini juga turut serta dalam meramaikan acara Consumer Electronic Show (CES) 2015 di Las Vegas. Polaroid L10 memiliki layar sebesar 10 inch. Layar besar yang disuguhkan oleh tablet ini membuat pengguna merasa nyaman dalam multi tab, bermain game, dan berselancar dalam dunia maya. Dapur pacu dari Polaroid L10 menggunakan prosesor quad-core, memberikan performa tinggi dalam bermain game, berselancar di dunia maya, bahkan menonton film.

OS yang dikenakan sudah OS terbaru, yakni OS Android v5.0 Lollipop. Di sektor kamera, Polaroid L10 memiliki dua kamera. Namun, resolusi kedua kameranya sampai saat ini belum diketahui lebih lanjut. Koneksi yang terdapat pada Polaroid L10 hanya Wi-Fi dan Bluetooth. Tablet ini tidak dilengkapi dengan slot-SIM card, sehingga tidak bisa menggunakan koneksi internet mobile. Sangat disayangkan bahwa prosesor, chipset, RAM, GPU, dan kapasitas memori dari Polaroid L10 belum diketehui dengan jelas. Polaroid L10 dibandrol dengan harga Rp1,8 juta di pasaran.

Serasa Punya Satpam di mana-mana Bahkan di Situs Judi Bola

Serasa Punya Satpam di mana-mana Bahkan di Situs Judi Bola – Mahal ah, enggak cukup uang untuk pasang fasilitas itu. Lagian, rumah saya juga enggak gede-gede amat,“ ujar Ronny. Inilah alasan bapak dua anak yang tinggal di salah satu kompleks perumahan di Bogor itu tidak menggunakan CCTV sebagai pelengkap pengamanan rumahnya. Benarkah perangkat ini mahal? “Hanya dengan Rp4 juta, sudah bisa memasang CCTV dengan paket 4 kamera,” kata Ari Hasan Basri, Sales & Marketing Manager PT RAIZO perusahaan jasa security system. Bukan hanya rumah besar yang perlu CCTV, beberapa orang menggunakan CCTV, selain untuk keamanan, juga untuk mendukung keefektifan pekerjaan misalnya untuk mengontrol kerja para staf. Di rumah pun seorang ibu rumah tangga dapat menggunakan CCTV untuk mengawasi asistennya ketika memasak di dapur, merawat anaknya, saat dia sedang berada di ruangan lain atau di luar rumah. “Banyak peranti rumah tangga harganya jauh di atas Rp4 juta, dengan mudah orang membelinya. Jadi untuk CCTV yang perannya begitu banyak, dengan harga segitu, sepantasnyalah orang rela mengeluarkannya,” kata Ari menambahkan.

Serasa Punya Satpam di mana-mana Bahkan di Situs Judi Bola

Mengapa Harus CCTV?

Lain lagi yang dikatakan Susy, ibu rumah tangga, “Selama ini saya cukup mengandalkan satpam kompleks saja, nitip agar melihatlihat rumah saat enggak ada orang.” Menggunakan satpam atau tenaga pengaman, masalah human error masih berpotensi terjadi. Bahkan tak jarang ada kerja sama dari si petugas keamanan dengan orang luar untuk melakukan tindak kejahatan. Ketika dulu hanya ada sistem alarm, itu baru memberi informasi preventif untuk melakukan tindakan pengamanan. CCTV menjadi pilihan, karena perangkat ini mampu memberi bukti berupa rekaman sehingga identitas pelaku kejahatan bisa diketahui. “Saat ini, teknologi yang menyertai CCTV memungkinkan kita bisa mengetahui apapun kejadian di rumah kita saat itu juga, meski kita tidak berada di ruang yang sama atau bahkan sedang berada jauh (di luar) rumah.

Seiring dengan terus berkembangnya teknologi informasi, maka CCTV yang awalnya masih analog berkembang menjadi digital bahkan sekarang dilengkapi dengan IP (Internet Protokol) sehingga CCTV ini dapat dilihat melalui internet yang terkenal dengan sebutan IP Camera atau Online Monitoring. Kita bisa memanfaatkan motion detector pada IP Camera sehingga membuat alarm berbunyi atau memanggil nomer ponsel Anda ketika ada kejadian di rumah kita. Dari sisi pelaku kejahatan sendiri, penggunakan CCTV ini pun memberi efek preventif karena secara psikologis pelaku akan takut terungkap identitasnya ketika mengetahui ada kamera yang merekam gerak-geriknya. “Beberapa kejadian memperlihatkan si pelaku segera pergi dan membatalkan niat jahatnya ketika baru mau merusak kunci gembok, saat dia tahu ada kamera CCTV di salah satu sudut rumah,” kata Ari mengisahkan pengalaman yang dialami salah satu kliennya.

Bagaimana Cara Kerjanya ?

CCTV (Closed Circuit Television) adalah alat video kamera yang digunakan untuk memantau area atau wilayah tertentu. Sebelumnya, CCTV banyak digunakan selain di rumah juga di area publik seperti mal atau jalan raya. Tujuannya untuk merekam segala kejadian yang tertangkap kamera yang terjadi di salah satu area. Kemudian, rekaman tersebut tersimpan secara otomatis dalam harddisk. Saat diperlukan, rekaman tersebut dapat diputar ulang. Dengan disambungkan melalui internet, CCTV dapat dimonitor dan diakses dari jarak jauh bahkan dari luar negeri. Hal ini menjawab kebutuhan kita saat harus pergi meninggalkan rumah, kita dapat tetap memantau dan mengetahui apa yang terjadi di rumah, dari tempat di mana pun kita berada. Kita bisa memantau dari layar ponsel, laptop, tablet, atau PC yang secara sistem tersambung dengan koneksi internet. Semua jenis ponsel yang dilengkapi GPRS dapat digunakan. Cara kerja CCTV, dengan cara menyambungkan kabel dari modem ke DVR (harddisk penyimpan data rekaman). Dari DVR dihubungkan melalui kabel ke kamera-kamera yang dipasang di sudut-sudut ruang. Sementara, peralatan mobile yang kita gunakan pun di-install juga.

Butuh Perangkat Khusus?

Tidak ada fasilitas khusus yang harus dimiliki pemilik rumah agar bisa memasang CCTV. Biaya yang ditetapkan biasanya merupakan harga sepaket, sudah tinggal pakai dan menikmati fungsinya. “Semua perangkat yang mendukung beroperasinya sistem ini sudah disediakan oleh penyedia jasa,” ujar Ari. Selain ponsel dan akses internet serta handphone, juga harus ada televisi. Apapun jenis TV-nya bisa digunakan, baik TV tabung, layar datar, LCD, ataupun LED. dIpASAng dI mAnA? Menentukan titik di mana harus dipasang kamera CCTV juga sangat tergantung pada kebutuhan dan kondisi ruang. Ari menyarankan, agar setiap konsumen mengenali kondisi rumahnya dan ukurannya. Idealnya, semakin besar rumah, tentu semakin banyak juga titik kamera yang harus dipasang. Adapun posisi-posisi standar yang biasa diletakkan titik kamera adalah: garasi (mengarah ke pintu garasi), pintu masuk utama, setiap celah atau bukaan di lantai atas yang memungkinkan orang bisa masuk atau keluar (untuk rumah tingkat), dan ruang-ruang lain di mana sebuah objek (harta) ingin dilindungi (misalnya kotak perhiasan, lemari/ brankas uang, barang koleksi, dll).